Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, 11 August 2019

22 Tokoh Kemerdekaan Indonesia

Berikut merupakan tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia :
  1. Ir. Soekarno. Membaca teks Proklamasi dan menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  2. Drs. Mohammad Hatta. Mendampingi Ir. Soekarno pada waktu pembacaan teks proklamasi dan ikut menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bersama Ir. Soekarno.
  3. Ibu Fatmawati (Istri Ir. Soekarno). Menjahit Sang Saka Merah Putih.
  4. Sukarni. Mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno-Hatta, atas nama Bangsa Indonesia dan menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  5. Ahmad Soebarjo. Merumuskan teks proklamasi.
  6. Chairul Saleh. Tidak menyetujui apabila anggota PPKI ikut menandatangani teks proklamasi.
  7. Wikana. Mengusulkan agar Proklamasi diadakan di Jakarta.
  8. Darwis. Menyampaikan hasil rapat para pemuda Indonesia di gedung Bakteriologi.
  9. Latief Hendraningrat. Pengibar Sang Saka Merah Putih.
  10. S. Suhud. Pengibar Sang Saka Merah Putih.
  11. Suwirjo. Sebagai walikota Jakarta menyampaikan Pidato Sambutan.
  12. Ki Hajar Dewantara. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  13. A.G. Pringgodigdo. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  14. Mr. A.A. Maramis. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  15. Dr. Muwardi. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  16. Dr. Buntaran Martoatmodjo. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  17. Mr. Latuharhary. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  18. Abikusno Tjokrosujoso. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  19. Anwar Tjokroaminoto. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  20. Otto Iskandardinata. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  21. Pandu Kartawiguna. Menghadiri Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
  22. Sayuti Melik. Mengetik Naskah Proklamasi

Friday, 13 May 2016

Sejarah Organisasi Budi Utomo


Kelahiran Budi Utomo saling berkaitan dengan adanya politik etis dari pemerintah kolonial Belanda. Setelah orang Indonesia berjasa dalam mengatasi kekosongan kas Belanda dengan Cultuur Stelsel, Pemerintah Belanda membuat program Politik Etis khususnya di bidang pendidikan. Adanya politik etis tersebut, muncullah kaum intelektual yang menginginkan pembaharuan dalam mewujudkan cita-cita kebangsaan yang direalisasikan melalui pergerakan nasional.

Dampak dari politik etis, muncullah tokoh yang merupakan pembangkit semangat organisasi Budi Utomo yaitu dr. Wahidin Sudirohusodo yang merupakan
lulusan sekolah dokter Jawa di Weltvreden (setelah tahun 1900 bernama STOVIA). Ia memperjuangkan nasib bangsanya dengan berusaha memperbaiki masyrakat Jawa melalui pendidikan Barat.

Ide dr.Wahidin Sudirohusodo menarik perhatian seorang mahasiswa STOVIA bernama Sutomo. Akhirnya Sutomo mendirikan organisasi yang bernama Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini mempunyai pemimpin, ideologi yang jelas, dan anggota.

“Budi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Utomo” berarti baik atau luhur. Budi Utomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.
Awalnya organisasi ini bergerak di bidang pendidikan , pengajaran, dan sosial.

Pada 5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakan Kongres Pertama dan hasilnya menetapkan tujuan organisasi yaitu kemajuan yang harmonis antara bangsa dan negara, terutama memajukan beberapa bidang seperti pengajaran, pertanian, peternakan, dagang, teknik, industri, serta kebudayaan.

Awalnya asas dan tujuan Budi Utomo adalah menyadarkan kedudukan Bangsa Jawa, Sunda, dan Madura, namun pada tahun 1928 Budi Utomo menambahkan suatu asas perjuangan yaitu "ikut berusaha melaksanakan cita-cita bangsa Indonesia". Disitu tampak Budi Utomo sudah mengepakkan sayapnya lebih luas lagi yaitu, Indonesia.

Awalnya Budi Utomo tidak merupakan organisasi politik, namun dalam perjalannya Budi Utomo berubah haluan ke arah politik seperti aktif dalam "inlandsche militie' pada 1915 dan volksraad dibentuk.

Pada 1924, dr.Sutomo tidak setuju Budi Utomo mendirikan sekolah yang memiliki asas kebangsaan Jawa di Surabaya yaitu Indonesische Studieclub. Karena perkembangan rasa kebangsaan yang menuju pada sifat nasional. Kemudia perkembangannya menjadi Persatuan Bangsa Indonesia.

Pada 1927, Budi Utomo masuk dalam PPPKI (Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan politik kebangsaan Indonesia) yang dipelopori Ir. Soekarno. Namun Budi Utomo tetap eksis dengan asas kooperatifnya. Pada 1928 Budi Utomo menuju kehidupan yang lebih luas tidak hanya Jawa dan Madura, namun seluruh Indonesia. Kemudian diteruskan bergabung dengan Persatuan Bangsa Indonesia pimpinan dr. Sutomo pada tahun 1935 sehingga menghasilkan Parindra (Partai Indonesia Raya) dan berakhirlah Budi Utomo sebagai oraganisasi pergerakan pertama di Indonesia.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional


Sejarah kebangkitan nasional tidak terlepas dari tanggal 20 Mei 1908 saat pagi hari. Saat itu, di ruang belajar STOVIA, Soetomo di depan teman-temannya menggagas pendirian organisasi sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Kemudian ide Soetomo ini terinspirasi oleh dr. Wahidin Sudirohusodo, yang ingin meningkatkan martabat rakyat dan bangsa. Sehingga berdirilah Budi Utomo.

Kelahiran Budi Utomo dijadikan patokan umum tentang kebangkitan nasional. Pertama kali dalam sejarah, ada gagasan untuk memisahkan kepentingan golongan, agama, atau suku untuk merangkul masyarakat yang lebih kompleks. Sejak itulah mulai muncul beberapa pergerakan dari Sumpah Pemuda pada 1928 dan Proklamasi Indonesia pada 1945.

Berikut adalah perbedaan strategi perjuangan sebelum 1908 dan setelah 1908.
Sebelum 1908

  • Perlawanan dilakukan secara sporadis dan tidak serentak
  • Perlawanan dipimpin oleh pimpinan yang karismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
  • Perlawanan menggunakan senjata
  • Para pejuang di adu domba oleh penjajah


Setelah 1908

  • Perjuangan dilakukan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan.
  • Para pemimpin berasal dari kaum intelektual.
  • Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh

Namun menurut beberapa sumber, kebangkitan nasional berawal dari berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi pedagang Tiongkok pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.